Ibaratkata, tawuran pelajar bagaikan benalu di pohon. Ia akan merugikan pohon yang ditumpanginya. Nah, becermin pada kesuksesan SMKN 1 Boedi Utomo (SMK Boedoet) dan SMKN 5 Jakarta (STM Bonser) (Republika, 28/9) dalam menyetop tawuran siswanya, ada beberapa saran yang dapat diterapkan. Pertama, adanya patroli guru dalam mengawasi siswa
Usman lo liatngga udeh jam berape !! " ujar ibu Fira kepada anaknya Usman . Bisa dibilang keluarga Usman adalah keluarga yang lumayan , bapaknya pak Japra adalah seorang guru di sebuah SMP ,dan ibunya adalah pegawai di sebuah instansi swasta .Namun sayang sekali uang yang banyak belum cukup untuk membahagiakan Usman , karena Usman lebih suka nongkrong diluar rumah bersama
Boedoet! adalah satu keluarga besar yang solid yang pernah ada di muka bumi ini. Sampai-sampai kita pernah tak rela untuk mengangkat kedua kaki kita, pernah menangis karena harus melepas eratnya genggaman simpul tangan teman-teman kita ataupun pernah tak kuasa untuk membungkam mulut kita sendiri dengan yel-yel "Hidup Boedoet!"
KataBOYS digunakan oleh para pendukung fanatik untuk menunjukkan eksistensi kaum Adam terhadap olahraga sepak bola itu sendiri Kata-kata "FORZA RAGAZZI", selalu berkumandang di kurva-kurva yang ditempati kelompok-kelompok Ultras di Italia untuk menunjukkan jati diri. Dan untuk menunjukkan bahwa inilah olahraga kaum pria.
SEJAUHini sudah delapan siswa SMK Poncol ditahan.
Dalamakun tersebut, ada ribuan pelajar STM se-Jabotabek. "Namun kita tidak bisa masuk karena harus ada mutual friend," sambungnya. Sementara itu, seorang alumnus STM Boedoet bernama Husen Martani, membenarkan adanya akun Facebook tersebut. "Di Boedoet ada kelompok yang namanya Stovia 1908, anggotanya ada 4.000 orang.
. Sejak Salman tumbuh sebagai remaja, ada satu cita-cita yang menurutnya wajib digapai, dan akhirnya berhasil dia raih. “Saya ingin sekolah di Boedoet,” kata lelaki 20-an tahun ini kepada merupakan singkatan dari Boedi Oetomo, nama lain SMK Negeri 1 Jakarta. Nama Boedoet sendiri merujuk lokasi di mana sekolah ini berada Jalan Budi Utomo, Jakarta benak Salman, Boedoet bukan sembarang sekolah. Cerita mengenai Boedoet, yang menyebar dari satu mulut ke mulut, sudah dia dengar sejak duduk di bangku SMP. Hampir semua narasi jalanan menyebutkan betapa melambungnya Boedoet, terutama di ranah tawuran antarpelajar Ibu Kota. “Cerita-cerita itu menjadikan Boedoet besar dan legendaris,” tambahnya. Keinginan Salman pun akhirnya terpenuhi. Dia berhasil masuk Boedoet, dan baru saja lulus setahun lalu. Tiga tahun sekolah di sana, nyaris tak ada raut penyesalan. Salman menjalaninya dengan suka cita serta merayakan masa mudanya sepenuh hati. Tidak ada alumni yang kami wawancarai dapat memastikan kapan pertama kali Boedoet terlibat dalam ajang tawuran pelajar. Kajian sosial tentang kiprah Boedoet di tawuran pelajar juga minim. Namun, dari arsip pemberitaan yang tersedia, tapak kaki Boedoet di ranah tawuran sudah membekas sejak akhir dekade 1980-an. Kala itu, tepatnya 1989, Boedoet terlibat bentrok dengan SMA Negeri 1 Jakarta, yang lokasinya notabene bersebelahan. Penyebab tawuran tak terang. Yang pasti, korban berjatuhan cukup banyak, di samping rusaknya beberapa gedung dan kendaraan di sekitar lokasi berlangsungnya bentrok. Sejak kerusuhan tersebut, Boedoet rutin menghiasi media, dengan topik yang bisa ditebak secara gamblang tawuran antarpelajar. Pada 2009, ambil contoh, puluhan siswa dari Boedoet ditangkap Kepolisian Sektor Metro Sawah Besar ketika hendak menyerang pelajar SMK Fransiscus. Rencananya, gerombolan Boedoet bakal menghadang anak-anak Fransiscus di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Niat itu urung terlaksana karena polisi keburu menahan mereka, saat gerombolan melintasi jalanan Wahidin. Polisi mengamankan barang bukti berupa benda-benda tajam, seperti parang, stik golf, sampai gir. Dua tahun berselang, siswa Boedoet ditemukan tewas setelah ditusuk dua orang. Pemicunya yakni saling ledek di grup Facebook bernama “Tawuran Pelajar se-Jabodetabek,” yang diisi ribuan member, mayoritas adalah anak-anak sekolah kejuruan mesin.“Ini fenomena baru melalui dunia maya, di mana para pelajar meledek pelajar lainnya. Berawal dari itu, pelajar STM Bonjer 5 [Jakarta Barat] mencari pelajar lain,” tegas Enci Haryadi, yang menjabat Kasatreskrim Polres Jakarta Pusat waktu 2012, empat murid Boedoet ditangkap polisi di Jatinegara, Jakarta Timur, sebab terlibat tawuran dengan membawa senjata tajam. Tawuran pecah usai bus yang ditumpangi anak-anak Boedeot dihadang di Jatinegara. Masih di tahun yang sama, puluhan siswa Boedoet ditahan aparat karena merampas barang-barang milik anak-anak SMK Tanjung di depan Museum Fatahillah. Sejumlah gir turut diamankan oleh polisi sebagai barang bukti. Menjelang 2014 tutup buku, lagi-lagi kabar mengenai Boedoet meramaikan media massa. Seorang siswa Boedoet mengalami luka bakar di sekujur kepala dan leher akibat terkena siraman air keras dari sejumlah pelajar di Prumpun, Jakarta Timur. “Diduga korban menjadi sasaran tawuran antarpelajar,” kata Kompol Sri Bhayangkari, Kasubag Humas Polres Jakarta Timur saat tersebut seperti menambah daftar duka yang terjadi pada 2014. Beberapa bulan sebelumnya, siswa Boedoet tewas dalam tawuran pelajar di bilangan Bungur, Senen, Jakarta Pusat. Korban tewas akibat benda tajam. Tawuran didorong oleh aksi saling ejek ketika kedua gerombolan pelajar berpapasan. Polisi sampai menurunkan puluhan personel guna menghentikan bentrok. Yang terbaru, tepatnya akhir 2019, bentrokan terjadi antara pelajar Boedoet dengan SMK Taman Siswa di kawasan HBR Motik, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kerusuhan tersebut mengakibatkan satu orang dari Taman Siswa meninggal. Pihak kepolisian berhasil menangkap empat orang sebagai pelaku. Narasi ihwal Boedoet seakan tak berubah dua dekade terakhir. Manakala membicarakan tawuran pelajar di Jakarta, tidak bisa tidak, Boedoet berada di urutan pertama yang mesti disebut. Daftar-daftar di atas memperlihatkan bahwa Boedoet menjadi pemain krusial yang membikin tawuran pelajar di Jakarta tak ubahnya seperti budaya yang senantiasa tumbuh dan berkembang dari masa ke masa. Pengalaman tawuran tak luput dialami Salman. Insiden terjadi dua tahun lalu. Kabar dibacoknya teman satu sekolah membikin Salman dan yang lainnya terdorong melakukan aksi balasan, biasa disebut kolekan. Sasarannya SMK Negeri 37 Jakarta. Keributan pun pecah di kawasan Senen, Jakarta Pusat. “Kami sangat enggak terima ketika denger salah satu temen kami sendiri dibacok,” kenangnya. “Maka dari situlah kami bertekad untuk melawan balik.”Saat peristiwa meletus, Salman masih berstatus siswa junior. Di Boedoet sendiri, masa-masa kelas X atau XI menandai fase yang penuh letupan. Anak-anak junior biasanya berdiri di garis terdepan pertarungan antarsekolah. “Kelas 1 atau 2 itu merupakan masa yang bakal memperlihatkan bahwa kita itu Boedoet,” ucap Manuel, salah satu alumni, kepada VICE. Fase sebagai junior di sekolah bisa dikata adalah titik awal segala tindak kolektif yang mengatasnamakan Boedoet, tak terkecuali tawuran. Sebab, di fase inilah kaderisasi, yang dilakukan kakak kelas secara sistematis dan hampir menyeluruh, berlangsung. “Karena, pada dasarnya, di Boedoet semua dilakukan secara sama-sama. Enggak ada yang namanya panglima, terutama di generasi kami, sebagaimana yang biasa dijumpai di sekolah lain,” imbuh Manuel. Bentuk kaderisasi bisa bermacam rupa. Dari diminta membeli makanan di kantin dengan uang yang tidak seberapa sampai ajakan turun langsung ke gelanggang pertempuran. Mayoritas anak-anak Boedoet yang baru setahun sekolah mengalami momen gojlokan seperti ini. Tentu ada yang enggan berpartisipasi. Namun, jumlahnya bisa dihitung jari. “Tidak ada paksaan untuk ikut acara seperti ini. Kami membebaskan ke [temen-temen] yang lain, mau ikut [kaderisasi dan tawuran] atau enggak,” ujar Diki, alumni lainnya. “Semua kayak panggilan jiwa aja.”Di luar kaderisasi yang terjadi di sekolah, relasi kolektif tersebut juga merembet hingga luar. Ada sepasang tradisi yang sampai sekarang masih dipertahankan secara turun temurun nyekar dan nyekar, sebagaimana namanya, dilakukan anak-anak Boedoet untuk menghormati teman-teman mereka yang tewas karena tawuran. Biasanya anak-anak Boedoet akan beramai-ramai menaiki bus menuju lokasi pemakaman. Selain sebagai ruang penghormatan, nyekar turut difungsikan menjadi pengingat bahwa terdapat harga mahal yang mesti dibayar seturut terjadinya tawuran. Sementara tradisi kedua, jamuan, merupakan kegiatan di mana anggota Boedoet dari basis wilayah tertentu datang ke basis yang lain. Misalnya, basis Jakarta Utara sowan ke basis Jakarta Timur. Di jamuan, mereka akan saling mengakrabkan diri lewat kegiatan nongkrong hingga makan bersama. “Supaya terjalin kekompakan di Boedoet sendiri,” terang Dean, salah satu alumni lain. Mempersiapkan jamuan tak pernah mudah dan ringkas. Pihak basis tuan rumah mesti mengumpulkan iuran untuk keperluan acara. Jumlah yang dibutuhkan pun bisa tak sedikit, sebab tamu yang datang kadang bisa mencapai ratusan. “Pokoknya, prinsip pertama adalah [para] tamu enggak boleh keluar duit. Semua [biaya] ditanggung tuan rumah,” kata Dean. “Kadang pusingnya di bagian itu ngumpulin duit.”Basis adalah simbol yang dapat dipakai untuk membaca kekuatan Boedoet, selain keberadaan angkatan. Penentuan basis—atau, sekali lagi, wilayah—jamaknya didasarkan pada rute berangkat-pulang anak-anak Boedoet. Sebagai contoh, Salman termasuk bagian dari basis Cengkareng. Momen tawuran melibatkan sebagian pelajar Boedoet terjadi di kawasan Pondok Kopi. Foto dari rekaman video Fahmi FajarEksistensi basis Boedoet tersebar di seluruh kawasan Jabodetabek, dan maka dari situlah peluang terjadi tawuran terbuka lebar. Anak-anak basis Boedoet sering kali menjadi korban maupun pelaku penyerangan ketika melintasi rute masing-masing basis. Mereka dihadang sekelompok anggota dari sekolah lain, lalu terciptalah tawuran. Penyebab tawuran pun bisa jadi sangat sepele. “Setiap ada [anak-anak dari sekolah lain] yang lihat atribut Boedoet, bawaannya pengin langsung nyerang,” terang Salman seraya terkekeh. Kendati begitu, setiap anggota Boedoet punya prinsip yang senantiasa dipegang jangan pernah menyerang bila tak diserang terlebih basis, di lain sisi, dapat digunakan untuk memetakan siapa saja yang jadi rival Boedoet, sebab posisinya yang dilandaskan pada wilayah. Di Jakarta Barat, misalnya, Boedoet punya musuh Jawa, sebutan populer dari SMK Negeri 35 Jakarta. Di kawasan selatan, nemesis Boedoet adalah Kapal, atau anak-anak dari SMK Negeri 29 Jakarta. Lalu di utara, umumnya, Boedoet kerap dihadang anak-anak tanpa identitas sekolah, yang kebanyakan berasal dari Pluit. Kemudian jika bicara di daerah timur, wajah seteru Boedoet termanifestasi lewat keberadaan Israel—kumpulan beberapa sekolah di bawah naungan yayasan Katolik, salah satunya yaitu SMK Fransiscus. Di pusat sendiri, Boedoet punya sejarah kelam dengan SMK Taman hadang-menghadang yang berbuntut bentrok ini pernah muncul pada 2016. Kala itu, anak-anak Boedoet berniat menunaikan tradisi nyekar. Di tengah jalan, tepatnya di dekat Terminal Kalideres, atau sekitar Daan Mogot, mereka diserang gerombolan dari “Jawa”, sebutan SMK Negeri 35.“Ya udah, mau enggak mau, akhirnya bentrok,” papar Salman. Tak semua SMK mengangkat gendang perseteruan dengan Boedoet. Di luar nama-nama yang sering jadi musuh bebuyutan Boedoet, terdapat pula beberapa yang bertindak sebagai sekutu, seperti SMK Negeri 5 Jakarta, SMK Negeri 6, serta SMK Malaka. Dalam kesempatan yang lebih luas, atau dengan kata lain bila eskalasi tawurannya begitu tinggi, mereka bakal turun dan merapatkan barisan di samping Boedoet. Fatur masih ingat betul nasib kurang beruntung yang menimpanya beberapa tahun lalu. Di sekitar ruas jalan Wahidin, Jakarta Pusat, Fatur turut serta dalam kerusuhan antarpelajar. Tawuran tersebut sekaligus menandai akhir perjalanan Fatur sebagai siswa Boedoet, sebab tak lama kemudian dia dikeluarkan sekolah. “Sedih, tentu aja. Pertama, karena bisa sekolah di Boedoet itu udah kayak jadi cita-cita saya. Dan yang kedua, dengan dikeluarkannya saya dari sekolah, otomatis, bikin orangtua saya ikutan merasakan dampaknya,” demikian Fatur bercerita kepada VICE. Dikeluarkan dari sekolah merupakan konsekuensi paling berat yang harus dihadapi anak-anak Boedoet sehubungan keterlibatan mereka dalam pusaran tawuran antarpelajar, di samping ditangkap dan “dibina” sementara waktu oleh polisi. Sejak 2015, seperti dituturkan Salman, pihak sekolah mengetatkan pengawasan kepada murid-murid Boedoet, mengambil langkah preventif agar tawuran tak mudah meletus sepanjang waktu. Pihak sekolah sadar betapa bahayanya tawuran bagi keberlangsungan jiwa, sekaligus masa depan anak-anak Boedoet. Kala itu Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama memang memerintahkan dinas pendidikan lebih keras mematikan ruang gerak geng pelajar. Langkah pencegahan tersebut jamaknya berwujud inspeksi mendadak guru, ditujukan ke seluruh anak-anak Boedoet, guna menyisir potensi-potensi terjadinya tawuran. Inspeksi dilakukan beberapa kali dalam seminggu, dengan hari-hari yang tak tentu. Inspeksi, biasanya, berhasil menemukan perkakas yang rencananya hendak dipakai tawuran, umumnya benda-benda tajam seperti gir. Tatkala ada yang tertangkap basah, maka hukuman menanti pihak sekolah bakal memberikan sanksi disertai pemanggilan orangtua bersangkutan. “Itu kadang bikin anak-anak Boedoet deg-degan. Karena tahu-tahu ada razia gitu aja,” ungkap Salman. “Tapi, seiring waktu, anak-anak Boedoet udah tau cara lain supaya nggak ketangkep [razia]. Barang-barang yang dipakai buat tawuran, disembunyiin di halte deket sekolah.”Gapura bertuliskan SMKN 1 Jakarta. Foto oleh lain yang ditempuh sekolah, diwakili guru Bimbingan Konseling BK dan Bagian Kesiswaan, adalah memegang pentolan masing-masing angkatan, yang sering terlibat tawuran. Ini bisa disebut sebagai “metode pegang kepala.” Pendeknya, ketika kepala angkatan sudah dipegang, maka yang berada di belakangnya—atau anak-anak didik’ kaderisasi—akan mudah dipegang juga. “Misalnya saja kalau kemarin kita habis tawuran. Lalu, dari kami ada satu [orang] yang dipanggil. Dari satu orang tersebut, pihak sekolah akan meminta memanggil siapa-siapa yang ikut dalam aksi tawuran,” jelas Agia. Usaha sekolah tidak berhenti sampai situ saja. Secara administratif, pihak sekolah perlahan mengurangi porsi murid laki-laki dengan membuka jurusan yang memungkinkan masuknya anak-anak perempuan. Bila dulu Boedoet hanya berfokus pada jurusan mesin, komputer, dan otomatif, kiwari terdapat beberapa jurusan yang mengulik desain. Upaya pencegahan—dan mungkin penghentian—tawuran tak hanya dilakukan sekolah. Dari eksternal, pihak alumni turut mengambil langkah serupa. Pada 2012, alumni Boedoet yang tergabung dalam IKAT Ikatan Alumni Teknik STMN/SMKN 1 Jakarta dan Fokat Forum Komunikasi dan Silaturahmi Boedoet 1945 mencetuskan “Deklarasi Stop Tawuran” yang memuat tujuh poin pernyataan sikap seperti, contohnya, “meminta seluruh pelajar memelihara kerukunan, perdamaian, dan persaudaraan.”Berbagai langkah diambil untuk memutus mata rantai kekerasan yang terjadi di lingkungan pelajar. Meski begitu, realita tak sejalan ekspektasi. Tawuran masih terjadi dan senantiasa menyelinap di antara gengsi dan harga diri yang dibawa anak-anak muda. Hitung-hitungan statistik yang dihimpun Komisi Perlindungan Anak Indonesia KPAI memperlihatkan sepanjang 2016 sampai 2018, terdapat 202 anak yang beradu hadap dengan hukum akibat tawuran. Angka ini, besar kemungkinan, tidak menggambarkan situasi riil, di mana masih ada banyak lagi pelajar yang terlibat bentrok namun tak tercatat. Fatur mengakui menghentikan tawuran antarpelajar di Jakarta tak semudah membalik telapak tangan. Deklarasi damai, kesepakatan lisan antar pihak yang bertikai, serta intervensi sekolah guna menghapus riwayat kekerasan anak-anak muda itu boleh saja ditempuh. Akan tetapi, semua kembali ke bagaimana para pelajar di Jakarta menyikapi diri dan merespons lingkungan di sekelilingnya. “Karena, bagaimanapun, kaderisasi dan penanaman doktrin di beberapa sekolah soal tawuran itu masih berjalan. Ada beberapa sekolah yang meyakini bahwa kalau enggak nyerang sekolah lain atau Boedoet itu kurang maksimal,” ucap Fatur. “Enggak peduli bahwa selama ini tawuran udah menyebabkan korban berjatuhan.”Sekalipun Boedoet identik dengan tawuran, semua narasumber yang VICE temui, mayoritas alumni, sepakat bahwa Boedoet bukan cuma perkara kekerasan. Sekolah ini menyediakan ruang keriaan yang mungkin tidak akan mereka jumpai di sekolah lainnya. Tak ada perasaan menyesal, apalagi kecewa, ketika mereka memutuskan bersekolah di mereka, Boedoet bukan hanya gelut pelajar. Memupuk solidaritas bisa berarti memupuk kebanggaan menjadi bagian dari identitas sebagai seorang Boedoet, dan mereka melakukannya dengan keyakinan yang begitu tinggi.“Di sekolah ini, kami dapat keluarga, dapat temen yang rasanya udah kayak saudara sendiri,” kata Salman. “Relasi kami, walaupun udah lulus semua, masih kuat sampai sekarang.”*Laporan ini adalah bagian kedua seri menelisik akar kekerasan sistemik di Jakarta oleh VICE Indonesia. Liputan sebelumnya membahas rivalitas Pemuda Pancasila vs Irfani adalah jurnalis lepas di Jakarta. Follow dia di Instagram
JAKARTA- STM Boedoet 145 bisa dikatakan adalah legenda ibukota dalam dunia pendidikan. Tidak hanya persoalan sejarahnya yang cukup panjang tapi juga karena menjadi satu ikon dalam dunia tawuran di pusat kota Jakarta. Oleh sebab itu kami akan membuat satu tulisan ringkas tentang STM Boedoet 145 dari beragam sumber di Internet. Di antara yang akan kami bahas adalah sejarah STM Boedoet, nama-nama basis STM Boedoet, dan prestasi saat ini. Dari kami mendapatkan bahwa sebenarnya dulu bukanlah bernama STM Boedoet 145, tapi lebih kepada Boedoet 58 Kemayoran. Hal ini karena mengikuti nama seri bus yang menuju ke sekolah di daerah Budi Utomo Jakarta Pusat. Persaudaraan pun kental karena berangkat bersama, sesak desakan bersama, dan lain sebagainya. Plus bersatu padu melawan yang menghadang perjalan ke sekolah. Dulu niatnya cukup mulia. Sehingga menjadi saudara. Namun hal ikonik ini kemudian menjelma menjadi Tawa 58, yang artinya taruhan nyawa bersama grup 58. Branding ini lahir salah satunya karena memang berbasis tawuran, maka menyebutnya dengan taruhan nyawa. Cukup mengkhawatirkan. Nama-nama Basis STM Boedoet Sebenarnya STM Boedoet 145 bukanlah nama sebuah sekolah, karena kalau Anda tanyakan ke Google pun tidak akan menemukan sekolah bermana ini. Ini adalah satu basis lingkungan sekolah. Kalau di Surabaya seperti sekolah komplek. Oleh sebab itu nama-nama basis STM Boedoet, yang kami maksud adalah nama-nama sekolah di antaranya adalah SMUN 1, SMKN 1, SMKN 5, SMK PGRI 4 dan 5. Beberapa nama sekolah sudah berganti. Seperti SMKN 5 menjadi SMKN 4 Cakung. Inilah satu lingkungan yang dikenal dengan nama sekolah Boedoet Jakarta. Budaya Tawuran STM Ibu Kota Entah kenapa nama sekolah Boedoet dikenal sebagai sekolah dengan budaya tawuran sejak dulu kala. Jika mendengar nama STM Boedoet 145, yang terbayang adalah tawuran. Bahkan graffiti juga sering nampang nama Boedoet. Dari diketahui bahwa sudah sejak dekade 1980-an STM Boedoet 145 terlibat bentrokan besar. Tepatnya sekitar 1989 di mana justru bentrok dengan tetangga sendiri yaitu SMAN 1. Kerusuhan ini sampai merusak bangunan sekolah dan lainnya. Bahkan banyak berjatuhan korban. Bahkan di tahun 1996, dari blog alfianfikriaziz disebutkan, ada agenda perpisahan STM 1 Boedoet yang terletak di Cilacap Jawa Tengah. Ajaib, mereka ribu justru dengan warga perkampungan, pulangnya sekolah Boedoet Jakarta ini justru dikawal pasukan lengkap. Ikon sekolah Boedoet Jakarta menjadi basisnya tawuran justru sebuah gengsi untuk sekolah lain. Kalau ingin tawuran, lawanlah STM Boedoet. Bisa melawan saja sudah bagus, apalagi mengalahkan. Sebaliknya, sebuah gengsi di STM Boedoet 145 jika melawan sekolah yang tidak punya riwayat tawuran. Seperti turun kelas. Gengsi antar sekolah inilah yang mungkin menjadi bumbu sedap tawuran dari dulu hingga tersisa puing-puingnya di masa kini. STM Boedoet Sekarang Namun STM Boedoet sekarang sudah berubah. Mungkin karena berpikir, masa dari zaman sebelum masehi hingga zaman reformasi tawuran tidak pernah berhenti. Maka STM Boedoet sekarang sudah berbenah. STM Boedoet 145 kini lebih merujuk kepada SMKN 1 Jakarta Pusat. Pemerintah sadar jika letaknya yang strategis, yaitu dekat dengan istana, tidak elok untuk menjadi basis legenda tawuran di ibukota Jakarta. Justru sebaliknya harus menjadi langkah awal prestasi SMK di Indonesia. STM Boedoet sekarang yang berbenah berawal dari langkah cukup berani pemerintah di tahun 2009. Saat itu kementerian pendidikan menjadikan SMKN 1 Jakarta, atau STM Boedoet Jakarta sebagai sekolah RSBI, rintisan sekolah bertaraf internasional. Tidak semua sekolah mendapatkan kesempatan ini. Dengan sokongan penuh dari pemerintah, dan letaknya yang tetangga istana, maka mulai 2010 sekolah Boedoet Jakarta ini berkembang pesat, baik dari aspek pendidikan, bangunan, hingga fasilitas. Bukti paling kongkrit adalah perkembangan jurusan. Jurusan SMKN 1 Jakarta Jurusan SMKN 1 Boedoet Jakarta tidak lagi seperti era STM Boedoet 145. Berkembang dengan jurusan-jursan terbaik yang paling dibutuhkan masyarakat. Desain Permodelan dan Informasi Bangunan Bisnis Konstruksi dan Properti Teknik Komputer Jaringan Sistem Informatika Jaringan dan Aplikasi 4 tahun Multimedia Rekayasa Perangkat Lunak Teknik Permesinan Teknik Perancangan dan Gambar Mesin Teknik Kendaraan Ringan Teknik Tenaga Listrik 4 tahun Oleh sebab itu STM Boedoet 145 dulu bukanlah SMKN 1 Jakarta Pusat sekarang, atau yang dikenal dengan STM Boedoet Jakarta Pusat. Bahkan dari sekolah ini justru terlibat dalam program mesin mobil Kiat Esemka yang populer di era Jokowi. Menurut kami era sekarang bukan lagi era dulu yang memang tawuran menjadi budaya mendarah daging, sekarang tawuran justru populer di game-game besar seperti Mobile Legend dan lain sebagainya. Kasihan juga orang tua era sekarang yang mungkin dulu tahu betul bagaimana era legenda STM Boedoet 145.
FilterFashion PriaAtasan PriaFashion WanitaAtasan WanitaPertukanganAlat KeselamatanMasukkan Kata KunciTekan enter untuk tambah kata 376 produk untuk "baju boedoet" 1 - 60 dari 376UrutkanAdbaju kaos pria distro keren lengan 7 30+PreOrderAdKAOS BDU LORENG DRIFIT LENGAN PANJANG 10 rbDepokBani Tactical 30+AdKAOS POLOS LENGAN PENDEK 2TONE MISTY UtaraHanger & 7 rb+Ad[S-3XL]Kaos Polos Katun Bambu Premium Premium Cotton Bamboo 5% 750+AdBaju/Kaos/Kaos Pria//Kaos Distro/Kaos O-Neck/BAHANPREMIUM/HANZI B 10 rbJakarta BaratDoaibu 100+T-shirt kaos BOEDOET ALL STAR STOVIA 1908 high TimurBAROKAH 3TEE SHIRT BOEDOET 913 CUSTOM KAOS STM TimurHalest 2KAOS BAJU PRIA WANITA COMBED 30S DISTRO BOEDOET STOVIA 9T-SHIRT KAOS BIG SIZE BOEDOET JAKARTA 145 1BAJU KAOS BOEDOET LEGEND OLD 5 rbJakarta BaratGUDANG 3
FilterFashion PriaAtasan PriaPakaian Dalam PriaFashion WanitaAtasan WanitaFashion Anak & BayiPakaian Anak Laki-LakiMasukkan Kata KunciTekan enter untuk tambah kata 464 produk untuk "kaos boedoet" 1 - 60 dari 464UrutkanAdKaos Polos Katun Premium 24s, Asli 100% Katun - 7%Jakarta BaratAJR 7 rb+AdGaleri FashionDailyoutfits Kaos Local Food 9%TangerangDaily Outfits 100+AdKAOS BAND / KAOS RADIOHEAD KREM / KAOS MUSIK / BAJU 70+AdSerbu OSDailyoutfits Kaos Tshirt The 9%TangerangDaily Outfits 1 rb+Adkaos jumbo oversize fatgoods pria dewasa cotton combed 30 100+T-shirt kaos BOEDOET ALL STAR STOVIA 1908 high TimurBAROKAH 3TEE SHIRT BOEDOET 913 CUSTOM KAOS STM TimurHalest 2KAOS BAJU PRIA WANITA COMBED 30S DISTRO BOEDOET STOVIA 9T-SHIRT KAOS BIG SIZE BOEDOET JAKARTA 145 1BAJU KAOS BOEDOET LEGEND OLD 5 rbJakarta BaratGUDANG 3
FilterPerlengkapan Pesta & CraftPersiapan PernikahanPeralatan MenggambarDapurPeralatan BakingFashion WanitaAtasan WanitaPertukanganPerlengkapan ListrikMasukkan Kata KunciTekan enter untuk tambah kata 172 produk untuk "boedoet 145" 1 - 60 dari 172UrutkanAdKaos IAI Apoteker. Dengan Logo IAI dan UtaraJas Profesi 4PreOrderAdKaos Lirik Lagu Tiktok Viral To The Bone Jelek Gapapa Harta 1AdTshirt Dress Kaos Formula E Jakarta Indonesia - BaratTriple SixAdkaos anis baswedan the next presiden dan Female T-Shirt 5T-SHIRT KAOS BOEDOET JAKARTA 145 STM BUDI TimurHalest 5T-SHIRT KAOS BIG SIZE BOEDOET JAKARTA 145 1TSHIRT STOVIA / KAOS BOEDOET 145 / BIGSIZE TimurBK storeeBAJU KAOS BOEDOET 145 806 MANGGARAI 5 rbJakarta BaratGUDANG PAKAIAN.0_0 KAOS STM BOEDOET STOVIA 1908 UNISEX KAOS BOEDOET 145
FilterFashion PriaOuterwear PriaAtasan PriaKesehatanPerlengkapan MedisLainnyaMainan & HobiPermainan KartuRumah TanggaMasukkan Kata KunciTekan enter untuk tambah kata 771 produk untuk "boedoet" 1 - 60 dari 771UrutkanAdTshirt Premium Limited 3%Jakarta PusatMcAfee Official 6AdStargazers Venus Premium Fullprint Oversize Shirt 8AdAloomni T-shirt Mari Kita 50 rbBandungAloomni 100+AdKAOS - BAJU KURIR EKSPEDISI ANTERAJA WARNA - TSHIRT ANTERAJA - Hitam, 6AdTshirt Kaos Tintin Snowy - UtaraC211 26T-shirt kaos BOEDOET ALL STAR STOVIA 1908 high TimurBAROKAH 3TEE SHIRT BOEDOET 913 CUSTOM KAOS STM TimurHalest 2KAOS BAJU PRIA WANITA COMBED 30S DISTRO BOEDOET STOVIA 9T-SHIRT KAOS BIG SIZE BOEDOET JAKARTA 145 1BAJU KAOS BOEDOET LEGEND OLD 5 rbJakarta BaratGUDANG 3
kata kata stm boedoet